Thursday, June 21, 2007

“AKHLAK MULIA RAPID CHESS 2007”

“AKHLAK MULIA RAPID CHESS 2007”

Dalam upaya lebih meningkatkan peran serta warga masyarakat terhadap kepedulian pada Akhlak Mulia dalam kehidupan sehari-hari Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia (GMP–AM) berusaha melebarkan jaringan dengan menyelenggarakan Kejuaraan Terbuka Catur Cepat Perorangan Tingkat Nasional bersama PB PERCASI. Olahraga catur merupakan olahraga olah pikir yang memerlukan pemiikiran secara sungguh – sungguh, disiplin yang tinggi, penuh tanggung jawab dalam setiap melangkah atau mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Pendekatan semacam ini sesuai dengan metode perbaikan akhlak menurut Ibnu Maskawaih, dalam buku Tahzub Al Akhlaq melalui lima cara yang salah satunya adalah melalui metode olah pikir. Pendekatan ini sejalan dengan paradigma baru pendidikan yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Nasional bahwa pendidikan manusia seutuhnya ditempuh dengan empat macam pendidikan, yaitu Pendidikan Hati ( Olah Hati ), Pendidikan Pikir ( Olah Pikir ), Pendidikan Rasa (Olah Rasa) dan Pendidikan Raga ( Olah Raga ).
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini dimana yang menjadi sasarannya adalah masyarakat olahraga catur, maka peran dan sumbangsih Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia (GMP-AM) dalam pembangunan akhlak di segala lapisan masyarakat dapat terwujud.
Acara dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Bapak H AM Fatwa dengan ditandai oleh pangambilan langkah pertama pertandingan catur yang diikuti oleh Bapak Rusdi Taher, Bapak Oke Diputera selaku narasumber disaksikan Bapak Yunus Suhaeri Deputi Menpora bidang Pemberdayaan Olahraga dan Bapak Irsyad Sudiro selaku Ketua Umum GMP-AM, Bapak Tauhid selaku Ketua I GMP-AM dan Bapak Hendri Jamal selaku Wasit Ketua.
Pertandingan dilaksanakan pada Sabtu dan Ahad, tanggal 28-29 April 2007, Jam : 09.00 wib s/d selesai, bertempat di di Wisma Catur F.Sumanti KONI DKI Jakarta Jl. Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Sistem Pertandingan yang digunakan adalah sistem SWISS 9 Babak, dengan lama permainan catur (waktu pikir) masing-masing pemain 25 menit dengan menggunakan Peraturan Percasi/FIDE yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2005.
Berhasil memperoleh angka tertinggi yaitu Tirto, MI pemain asal Kalimantan Timur, Jamaluddin MN pemain dari Jawa Tengah, Cerdas Barus, GM dari DKI Jakarta.
Selamat kepada para pemain semoga dapat tampil sebagai duta akhlak mulia di dunia catur.

Monday, March 12, 2007

PENCANANGAN TAHUN 2007 SEBAGAI TAHUN AKHLAK MULIA
DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU


Dipenghujung tahun 2006 Komite Pusat Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencanangkan “Tahun 2007 sebagai Tahun Akhlak Mulia”. Segenap masyarakat di Propinsi Kepulauan Riau khususnya warga Batam penuh antusias menghadiri acara secara berombongan dimana para ibu mengenakan pakaian panjang khas melayu lengkap dengan kerudung dan selendang beraneka motif yang sepadan dengan pakaian pria yang mengenakan batik khas.

Tampak pula seragam kaos merah putih yang dikenakan massa membuat suasana panggung dan podium semarak merah putih seakan menandakan kesiapan warga Kepulauan Riau untuk bersama-sama mengembangkan dan menyebarluaskan akhlak mulia bersama Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia.

Suasana gegap gempita dengan tepuk tangan dan respon audien manakala Gubernur Kepulauan Riau Drs H Ismeth Abdullah hendak menyampaikan sambutan. Demikian pula ketika ketua panitia Hj. Aida Ismeth Abdullah, SE, MM menyampaikan laporannya. Terasa benar kecintaan rakyat pada pemimpinnya dan menunjukkan sosok sang pemimpin ada di hati rakyatnya.

Pencanangan dilakukan oleh Ketua MPR RI DR M Hidayat Nurwahid, MA bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Drs H Ismeth Abdullah dengan melepaskan rangkaian balon dan tulisan Tahun 2007 sebagai Tahun Akhlak Mulia di Provinsi Kepulauan Riau.

Pencanangan dihadiri pula oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan DR Meuthia Hatta Swasono, Sartono Mukadis, Kak Seto Mulyadi, dan pembacaan puisi oleh Taufik Ismail. Pencanangan ini diselenggarakan di Stadion Indoor Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal , Muka Kuning, Batam dengan ketua panitia Hj. Aida Ismeth Abdullah, SE, MM pada hari Jumat, 29 Desember 2006 jam 08.00-11.00.

Thursday, December 14, 2006

Seri Ketulusan

“barangsiapa yang niatnya tulus dalam kebenaran sekalipun terhadap dirinya sendiri maka Allah cukup sebagai pelindung antara dirinya dan orang-orang. Dan barangsiapa yang menghiasinya dengan sesuatu selain-Nya, maka Allah akan memburukkannya. “
(Umar bin Khattab)

Menjalani kehidupan dengan tulus merupakan suatu akhlak yang tiada tara.
Ketulusan ibarat menjadi mutiara didalam kubangan lumpur......
Tidak dapat dipungkiri pada masyarakat yang sudah terhimpit materialisme dan kebaikan menjadi sebuah pekerjaan jasa maka ketulusan tidak lagi bernilai mulia.....
Penghargaan manusia terhadap ketulusan dinilai dengan uang, uang dan sekali lagi uang.....
Perjalanan kehidupan seolah menjadi tidak bermakna manakala kebaikan yang sudah dilakukan tidak berbalas dengan imbalan materi....
Namun menjalani kehidupan tanpa bekal materi yang cukup apa bisa berjalan normal ....?
Persoalannya lalu dimana, apakah kita sudah kehilangan ketulusan, apakah kita sudah dirasuki materialisme....?

Tuesday, November 21, 2006

HALAL BI HALAL 1427H/2006M

SEGENAP PENGURUS KOMITE PUSAT
GERAKAN MASYARAKAT PEDULI AKHLAK MULIA
MENGUCAPKAN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
1427 H /2006 M

BERANJAK DARI TAHUN 2006 SEBAGAI TAHUN AKHLAK MULIA MARI KITA KEMBANGKAN NILAI-NILAI AKHLAK LUHUR BANGSA SEBAGAI BANGSA YANG MEMILKI HARKAT DAN MARTABAT

MARI SELAMATKAN HARGA DIRI BANGSA DENGAN BEKAL IMAN DAN TAKWA

Tuesday, September 05, 2006

Telah berpulang kepangkuan Illahi Bapak Sahlan Syafei, salah seorang Pendiri GMP-AM

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah berpulang kerahmatullah Bapak Sahlan Syafei,
salah seorang Pendiri dan Penggerak Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia,
pada hari Ahad 3 September 2006 pukul 17.45 di Rumah Sakit Bhakti Yudha Depok.

Meninggal pada usia 53 tahun meninggalkan seorang istri, tiga orang anak (satu laki-laki, dua perempuan). Jenazah disemayamkan di kediaman Jalan Wijaya Kusuma 8 No. 93 Depok I

Semoga almarhum mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi-Nya, mohon dimaafkan segala kekhilafannya dan diampuni segala dosanya, amien.

Seluruh Kerabat, Anggota dan Pengurus GMP-AM menyampaikan turut berbela sungkawa.

Selamat Dan Sukses Atas Terselenggaranya Semiloka & Rakornas 2006

Selamat dan sukses atas terselenggaranya Semiloka dan Rakornas Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia yang berlangsung di Hotel Aston Atrium Senen.
Rangkaian acara dibuka dengan sambutan tertulis Bapak Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang dibacakan oleh menteri Agama Bapak H. Maftuh Basyuni pada hari Kamis 31 Agustus 2006.

Monday, August 21, 2006

Menanti sang-Imam yang Bersuara Merdu

Seorang jamaah haji asal Indonesia nampak sedang membolak-balik sebuah kotak berisi kumpulan kaset pengajian di sebuah toko buku dan kaset di Pasar Seng. ''Ini Sudais,'' tanya dia kepada si penjaga toko. ''Ya ini Sudais, halal,'' jawabnya spontan. Segera transaksi pun terjadi dan keduanya sepakat dengan harga 40 riyal. Apa yang ditanyakan oleh jamaah tersebut terulang lagi beberapa kali. Para pembeli dari berbagai negara kerap menanyakan satu hal, ''..Sudais?'' Tapi siapa sebenarnya 'Sudais' tersebut. Bagi mereka yang pernah datang ke Kota Suci Makkah dan shalat di Masjidil Haram, tentu sudah paham dengan nama 'Sudais'. Dialah imam besar Masjidil Haram.

Nama lengkapnya adalah Syaikh Dr Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais, namun lebih dikenal dengan nama Syaikh Abdurrahman as-Sudais saja. Beliau hingga kini kerap memimpin shalat fardhu maupun shalat Jumat sekaligus memberikan khutbah. Dan sang imam ini dikenal luas di kalangan jamaah karena memiliki suara yang khas dan merdu dalam melafazhkan ayat-ayat suci Alquran.

Kebanyakan jamaah memang menantikan dan menunggu sang imam tampil memimpin shalat. Dengan lantunan ayat yang merdu khas Arab, ritme terjaga dan penegasan pada kalimat-kalimat tertentu, menjadikannya semakin indah untuk didengarkan. Makanya, semakin panjang ayat yang dibacakan, justru semakin diharapkan oleh segenap jamaah.
Belum lagi jika mendengarkan Syaikh as-Sudais berkhutbah Jumat, niscaya tak ada jamaah yang tak khusyu mendengarkan, walaupun tidak semuanya paham bahasa Arab. Khutbahnya berapi-api, penuh semangat, dan terkadang beliau terisak di tengah membawakan khutbahnya terutama ketika mencoba mengingatkan serta mengajak umat Muslim saat ini agar senantiasa bertakwa dan bertawakal.

Karena itulah, Syaikh as-Sudais seringkali diundang ke luar negeri. Beliau tercatat pernah berkunjung ke Indonesia tepatnya sekitar bulan Desember 2004 lalu dan berkesempatan menjadi imam serta khatib shalat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta. Saat itu, dalam khutbah yang diterjemahkan oleh Prof Dr Ali Mustfaha Ya'qub, guru besar ilmu hadist pada Insitut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta, sang imam kembali menyadarkan umat Islam agar tetap bersatu menghadapi gelombang cobaan yang ditujukan kepada Islam.

Banyak pula kegiatannya yang lain. Menurut harian berbahasa Arab, Asyarqul Awsath, Syaikh as-Sudais telah meluncurkan buku jilid pertama dari dua jilid yang direncanakan. Bukunya diberi judul 'Kawkabatul Khitabil Munifah min Minbaril Ka'batis Syarifah' (Keindahan khutbah-khutbah dari Mimbar Masjidil Haram yang mulia) yang bercerita tentang seluk beluk khutbah sejak masa Rasulullah SAW hingga masa kini.

Mungkin lantaran terus ingin mendengarkan merdunya suara sang imam saat melafazhkan ayat-ayat Alquran, para jamaah dari seluruh dunia yang datang ke tanah suci, segera membeli rekaman pengajian Alquran dari Syaikh Sudais. Di Pasar Seng dan tempat-tempat penjualan kaset di seputar Kota Makkah bahkan Madinah dan Jeddah, memang banyak dijajakan rekaman suara imam besar ini dalam bentuk kaset, CD, VCD maupun CD-R. Ada yang dijual per satu juz atau pun 30 juz sekaligus.
Harga bervariasi. Untuk satu kaset, rata-rata dijual eceran seharga 5 riyal. Sedangkan kumpulan kaset berisi 12 unit dihargai 25 riyal, kumpulan CD sebanyak 19 keping dijual 30 riyal, VCD berisi 19 keping harganya 50 riyal dan satu keping CD-R 10 riyal. Meski banyak pula rekaman pengajian dari imam dan ulama yang lain, namun rekaman dari Syaikh as-Sudais-lah yang paling banyak dicari pembeli

Thursday, August 10, 2006

PENCANANGAN TAHUN 2006 SEBAGAI TAHUN AKHLAK MULIA

LEBIH DARI EMPAT RIBU HADIRIN SAMBUT TAHUN 2006 SEBAGAI TAHUN AKHLAK MULIA

Komite Pusat Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia mendeklarasikan tahun 2006 sebagai tahun Akhlak Mulia Acara yang berlangsung pada 31 Desember 2005 di Gedung Tenis Indoor senayan ini, dimeriahkan sekitar 4000 hadirin dari berbagai unsur masyarakat. Mulai dari penjabat tinggi Negara, utusan instansi pemerintah dan swasta, anggota DPR, anggota DPD, para duta besar Negara sahabat dan para pemuka agama.

Tampak pula wakil dari kalangan artis, ibu-ibu majelis taklim, masyarakat biasa. Momen pergantian tahun ini sengaja dipilih sebagai saat yang tepat untuk memulai langkah baru, dan semangat baru bangsa Indonesia dengan berakhlak mulia. Acara pencanangan yang berlangsung sekitar satu jam itu, diikuti dengan penuh hikmat oleh seluruh hadirin. Sejak dari pembukaan berupa pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Komite Pusat Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia Drs. H.M. Irsyad Sudiro, sampai pertunjukan teater dan pembacaan puisi. Acara yang dipandu Ferdy Hasan dan Dra. Elvi Hudriyah, MA,ini kian menarik tatkala salah seorang anggota pemain teater turun dari langit-langit ruangan Tennis Indoor membawa lambang GMP –AM.

Atraksi ini langsung mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin. Puncak acara ditandai ketika AM Fatwa selaku pimpinan MPR-RI melakukan pemukulan kentongan secara simbolis yang kemudian disambut riuh pemukulan kentongan dari ribuan hadirin .Semoga melalui pencanangan Tahun Akhlak Mulia ini Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan, menuju bangsa yang lebih adil dan sejahtera. Amin